SANG MURSYID (3) Jika selama kita hidup, kita tidak memperoleh kembali warisan kita yang sebenarnya, maka hidup kita akan sia-sia. Manusia bukan dimaksudkan untuk menjadi seekor binatang berkaki dua walaupun seringkali kelakuannya demikian, namun manusia adalah sebuah mahluk yang MENAKJUBKAN, manusia adalah PETA teladan Allah swt yang memiliki kekuatan-kekuatan yang HEBAT yang sayang sekali telah di hambur-hamburkan. Didalam diri manusia terdapat sebuah TAMBANG EMAS, tetapi manusia mengembara bagaikan seorang miskin untuk meminta sedekah dari pintu ke pintu. Tugas manusia adalah untuk “menemukan” dirinya sendiri, untuk mengenal “penciptanya” dan kembali kerumah asalnya tetapi manusia telah menyia-nyiakan kesempatan yang jarang sekali dapat ditemui itu. Apakah manusia tidak menyadari bahwa kesempatan yang dia peroleh sekarang ini adalah dengan melewati berjuta-juta kehidupan dalam jenis-jenis yang lebih rendah..? Ketahuilah… Semua orang suci dari Negara, tempat d...
SALAH SENDIRI. SURVEY PETAHANA NYUNGSEP Sudah tidak akan ada survey yang menggembirakan bagi petahana... tren stagnan dan penurunan elektabilitas akan terus berjalan... apalagi isu “agama” muncul lagi. Orang perlu keadilan dan kepastian hidup malah pemerintah sibuk membela diri dengan isu agama. Bunuh diri! Kritik saya sejak awal, petahana sudah salah langkah dalam kasus Ahok bukan malah dihentikan malah diteruskan. Saya heran kenapa isu agama ini terus dibuat ya? Terakhir ABB, padahal kalau pilpres diwarnai debat prestasi maka petahana akan lebih untung, atau jangan-jangan gak ada prestasi? Itu akhirnya menjadi keraguan orang.. kenapa justru pemerintah masuk terus ke isu agama yang sensitif. Padahal agama itu gak bisa geser, kalau sudah soal iman orang susah berubah pilihan. Kalau soal prestasi dan harapan masa depan itu bisa diperdebatkan. Harus itu fokusnya. Ahok kalah karena debat prestasi dibelokkan oleh kampanye agama yang terus menerus sinis, berusaha mengasosi...
Hari Kesaktian Pancasila Pada tanggal 30 September 1965, terjadi insiden yang dinamakan Gerakan 30 September (G30S). Insiden ini sendiri masih menjadi perdebatan di tengah lingkungan akademisi mengenai siapa penggiatnya dan apa motif di belakangnya. Akan tetapi otoritas militer dan kelompok keagamaan terbesar saat itu menyebarkan kabar bahwa insiden tersebut merupakan usaha PKI mengubah unsur Pancasila menjadi ideologi komunis, untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia, dan membenarkan peristiwa Pembantaian di Indonesia 1965–1966. Pada hari itu, enam Jenderal dan 1 Kapten serta berberapa orang lainnya dibunuh oleh oknum-oknum yang digambarkan pemerintah sebagai upaya kudeta. Gejolak yang timbul akibat G30S sendiri pada akhirnya berhasil diredam oleh otoritas militer Indonesia. Pemerintah Orde Baru kemudian menetapkan 30 September sebagai Hari Peringatan Gerakan 30 September G30S dan tanggal 1 Oktober ditetapka...
SURAT PERJANJIAN JUAL – BELI TANAH DAN BANGUNAN (3) Yang bertanda tangan di bawah ini: 1. Nama : ---------------------------------------------------- Umur : ---------------------------------------------------- Pekerjaan : ---------------------------------------------------- Alamat : ---------------------------------------------------- Nomer KTP / SIM : ---------------------------------------------------- Telepon : ---------------------------------------------------- Dalam hal ini bertindak atas nama diri pribadi yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA 2. Nama : ---------------------------------------------------- Umur : ---------------------------------------------------- Pekerjaan : ---------------------------------------------------- Alamat : -----------------------------------------...
NOBLESSE OBLIGE (Selamat Milad Ibu Sukartini S. Djoyohadikusumo) Saya mendengar Sebuah Pidato berjudul “Noblesse Oblige” tadi sore, Sabtu 23/3/2019, sekitar pukul 14:30 saya mendengarnya langsung. Ini bukan pidato politik seorang politisi, atau pidato seorang jenderal, tapi sebuah pidato Ulang Tahun ke-100 ibu Sukartini S. Djoyohadikusumo. Ya, ibu Tien (demikian beliau dipanggil) sedang berulang tahun ke-100. Beliau sebetulnya lahir 19 Maret 1919. Tapi tuan rumah, “Keponakanku yang berani” (My Brave nephew), sebutan beliau kepada Prabowo, tuan rumah acara tadi baru bisa merayakan hari ini. Ibu Sukartini adalah adik kandung Prof. Sumitro Djoyohadikusumo yang merupakan ayah dari Prabowo. Saya diundang melalui Sdr Fadli Zon karena beberapa kali ketemu dan tertarik dengan beberapa pandangan saya di media massa. Maka pidato beliau Noblesse Oblige memukau saya. Pidato itu tidak saja memukau karena disampaikan oleh orang yang punya umur 100 tahun. Tapi karena makna yang t...