Sepanjang perjalanan hidup dan kehidupan, seorang hamba senantiasa dituntut untuk berusaha menjaga, memperbaiki dan meningkatkan kualitas iman dan ketakwaan dalam menghambakan diri kepada Allah swt. Di mana mereka harus sadar akan posisi dirinya sebagai hamba Allah (‘abid) yang harus taat dan tunduk terhadap segala titah-Nya, sebagai yang disembah (al-ma’bud) dalam kondisi apa pun adanya. Dalam menuju kesana banyak cara yang ditempuh sesuai dengan cara dan pendekatan bermacam-macam dan berbeda-beda, antara lain, dengan mengasingkan diri dari keramaian, menjauhkan diri dari kehidupan materi, memilih hidup sederhana. Aktifitas-aktifitas semacam itu kemudian disebut dengan kehidupan asketis (zuhud). Semua perjalanan yang dilalui itu adalah semata-mata dalam rangka menemukan tujuan hidup hakiki yang merupakan kebahagiaan yang kekal dan abadi. Dalam perkembangan selanjutnya, perjalanan spiritual yang demikian itu kemudian dikenal dengan perjalanan dan pengalaman sufistik. Sedangkan ...
Virus corona: Perselisihan di balik proses penamaan virus baru Para pejabat kesehatan khawatir pengaitan virus corona dengan wabah Sars akan menambah kepanikan. Virus corona baru punya nama anyar, namun sudah membuat masalah. Ternyata menamai virus adalah proses yang sangat pelik karena jika salah bisa menyebabkan krisis diplomatik. 27 April 2009. Deputi Menteri Kesehatan Israel, Yaakov Litzman, menggelar konferensi pers darurat. Virus flu baru nan misterius sedang merebak dan negara tersebut diperkirakan akan segera mengumumkan kasus pertamanya. Saat dia menyampaikan keterangan kepada media dari sebuah rumah sakit, Litzman mencetuskan nama virus itu. "Kami akan menyebutnya flu Meksiko. kami tidak akan menyebutnya flu babi," ujarnya dengan tegas. Virus corona: Nama penyakit akibat virus baru adalah Covid-19 'Butuh sekian dekade untuk melahirkan orang berbakat, tapi virus corona merenggutnya hanya beberapa hari' Kajian virus corona ungkap lan...
Yang terhormat pak Jokowi dan pak Prabowo. Ini waktunya bapak membebaskan ibu Siti Fadhilah Supari, seorang jenius Indonesia yang menjadi korban konspirasi jahat. Ia menjadi dosen, menjadi ahli dan memimpin penelitian di berbagai lembaga akademik puluhan tahun. Beliau dipilih sebagai kader Muhammadiyah. Umurnya sekarang hampir 71 tahun. Ia masih mendekam di penjara. Saya menyaksikan kesederhanaannya. Oleh pak SBY dan pak JK beliau dipercaya menjadi menteri kesehatan dan dilantik tanggal 21 Oktober 2004. Sejak dilantik beliau yang sederhana ini sangat peduli dengan kesehatan rakyat. Ia juga peduli dengan isu kesehatan sebagai ketahanan nasional. Pandangan ini membuatnya sangat berhati-hati dengan kegiatan pihak luar, termasuk WHO dalam mengambil sumberdaya nasional kita. Ditulis di laman Wikipedia, data-data berikut: Siti Fadilah mengakhiri pengiriman virus flu burung ke laboratorium WHO pada November 2006 karena ketakutan akan pengembangan vaksin yang lal...
Perkembangan komunisme pasca-Uni Soviet Banyak orang yang mengira komunisme "mati" setelah Revolusi 1989 yang berakhir pada bubarnya Uni Soviet dua tahun kemudian, yang diawali dengan keputusan Presiden Mikhail Gorbachev. Namun demikian, setelah runtuhnya Uni Soviet dan pecahnya Yugoslavia, terdapat beberapa negara yang masih dipimpin oleh pemerintahan Marxis-Leninis dengan partai tunggal. Diantaranya adalah Kuba, Laos, Vietnam, dan Republik Rakyat Tiongkok. Korea Utara menyebut ideologinya sebagai Juche , yang mereka anggap sebagai perkembangan dari Marxisme-Leninisme. Meskipun demikian, Tiongkok, Laos, Vietnam, dan Kuba telah mengubah sistem ekonominya dari menjadi lebih terbuka. Di India, komunis memimpin pemerintahan di tiga negara bagian. Sementara di Nepal, partai komunis menjadi mayoritas di parlemen. Partai - partai komunis dan Marxis - Leninis lainnya juga mendapat kursi dalam parl...
Terlalu banyak fakta bahwa salah satu konflik terbesar kemanusiaan adalah mengatasnamakan agama. Pertanyaannya : Apakah agama lebih mulia daripada Manusia? Apakah Tuhan lebih menyayangi Agama daripada Manusia? Apakah Tuhan menciptakan manusia untuk membela Agama? Apakah Tuhan menghendaki agama untuk membantu Manusia agar menjadi manusia yang baik dan benar? Jika Tuhan menciptakan agama untuk membantu manusia agar menjadi baik dan benar. Lalu mengapa manusia justru membunuh manusia dengan alasan Agama? Dimana letak kebaikan dan kebenarannya? Dan hal ini menjadi kesimpulan bagi diri kita bahwa baik dan benar tidaknya agama tergantung akhlak manusianya, bukan baik dan benar tidaknya manusia tergantung agamanya. Agama bukanlah sumber kebenaran. Sumber kebenaran terdapat di dalam diri manusia itu sendiri. manusia yang mempunyai sifat luhur dan mulia. Agama hanya menunjukan dimana letaknya sumber kebenaran itu yang berada di dalam diri manusia. Tuhan menurunka...