Hendak “Membakar” Neraka Ia pernah menjadi gubernur. Demi mencari kebenaran Ilahiah, ia rela meninggalkan jabatan, lalu jadi pengemis, dan sempat kelaparan. Nama Abu Bakar Asy-Syibli banyak menghiasi berbagai kitab tentang sufi. Ulama besar ini tidak hanya dikenal dengan konsepnya tentang bagaimana menempuh jalan kerohanian, tapi juga terkenal karena kehidupannya yang unik. Harta berlimpah dan jabatan tinggi di-tinggalkannya, demi memburu hakikat hidup dalam ritus sufisme yang mendalam. Tak pelak kehidupannya yang unik memberikan inspirasi para peminat tasawuf bagi generasi-generasi berikutnya. Nama aslinya adalah Abu Bakar bin Dulaf ibnu Juhdar Asy-Syibly. Nama Asy-Syibli dinisbatkan kepadanya karena ia dibesarkan di Kota Syibli di wilayah Khurasan, Persia. Ia dilahirkan pada 247 H di Baghdad atau Samarra dari keluarga yang cukup terhormat. Mendapat pendidikan di lingkungan yang taat beragama dan berkecukupan harta, ia berkembang menjadi seorang yang cerdas. Di Bag...
SANG MURSYID (3) Jika selama kita hidup, kita tidak memperoleh kembali warisan kita yang sebenarnya, maka hidup kita akan sia-sia. Manusia bukan dimaksudkan untuk menjadi seekor binatang berkaki dua walaupun seringkali kelakuannya demikian, namun manusia adalah sebuah mahluk yang MENAKJUBKAN, manusia adalah PETA teladan Allah swt yang memiliki kekuatan-kekuatan yang HEBAT yang sayang sekali telah di hambur-hamburkan. Didalam diri manusia terdapat sebuah TAMBANG EMAS, tetapi manusia mengembara bagaikan seorang miskin untuk meminta sedekah dari pintu ke pintu. Tugas manusia adalah untuk “menemukan” dirinya sendiri, untuk mengenal “penciptanya” dan kembali kerumah asalnya tetapi manusia telah menyia-nyiakan kesempatan yang jarang sekali dapat ditemui itu. Apakah manusia tidak menyadari bahwa kesempatan yang dia peroleh sekarang ini adalah dengan melewati berjuta-juta kehidupan dalam jenis-jenis yang lebih rendah..? Ketahuilah… Semua orang suci dari Negara, tempat d...
Ja’far Bin Muhammad Bin Ali Dalam catatan sejarah, Ia dikenal dengan Ja’far Ash-Shadiq. Bagi kalangan Syi’ah, tokoh ini dianggap penting. Ia dianggap sebagai Imam Keenam setelah Ali bin Abi Thalib, Hasan bin Ali, Husen bin Ali, Ali Zainal Abidin, dan Muhammad Al-Baqir. Padahal dalam beberapa ungkapannya, Ja’far justru menolak pendapat Syi’ah itu. Ja’far bin Muhammad adalah keturunan orang mulia. Dari ayahnya ia masih keturunan Ali bin Abi Thalib, sedangkan dari garis keturunan Ibunya ia masih keturunan Abu Bakar Ash-Shiddiq. Adz-Dzahabi, dalam kitabnya, Siyar A’lamin Nubala’, mencatat sanad tokoh ini sebagai berikut: Dia adalah Ja’far bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Ali bin Abi Thalib bin Abdil Manaf bin bin Syaibah bin Histam bin Qushai. Ibunya adalah Qarwah binti Al-Qasim bin Muhammad bin Abu Bakar At-Taimy. Neneknya dari pihak ibu adalah Asma’ binti Abdurrahman bin Abu Bakar. Ja’far pernah mengatakan, “Aku pernah dilahirkan dari Abu Bakar dua kali...
BACA JUGA UNDANG UNDANG INFORMASI DAN TRANSAKSI ELEKTRONIK CONTOH PELANGGARANNYA Bang Karni Ilyas pembawa acara Indonesia Lowyers Club Selasa malam Jam. 20 Wiba (8-12-2016). Masih Seputar Penistaan Agama dan Ulama, adapun para audiens berpendapat pendekatan proses hukum : Kapolri Jendral Polisi Tito : Kasus Ahok masih dalam proses dan akan digelar perkara didepan umum Pendapat Prof Dr. KH AHMAD SAFI'I MA'ARiF : Firman Allah Swt Dan jangan sekali-kali kebencian kalian terhiadap sesuatu kaum mendorong kalian untuk berlaku tidak adil. (Al-Masih: 8). Artinya,jangan sekali-kali kalian biarkanperasaan benci terhadap sesuatu kaum mendorong kalian untuktidak berlaku adil kepada mereka,tetapi amalkanlah keadilan terhadap setiap orang, baik terhadap teman ataupun musuh.
AL-HALLAJ MENGATAKAN TENTANG ALLAH Nama asli SSJ adalah Ali Hasan alias Abdul Jalil. Mengenai tahun kelahirannya sulit terlacak. Menurut Agus Sunyoto, pengarang ‘Suluk Malang Sungsang SSJ’, dalam suatu diskusi tentang SSJ menjelaskan bahwa Tarikat Akmaliyah meyakini bahwa guru mereka yang bernama SSJ, memang benar berasal dari Cirebon. Ada yang unik dalam pengajaran SSJ, karena tidak lazim pengajaran suatu tarikat mengajarkan dua pengetahuan sekaligus, yaitu Qalb dan Aql. Aql adalah pengetahuan analitis yang bertolak dari akal, atau penalaran. Sementara Qalb, seperti umumnya diajarkan pada tarekat-tarekat adalah pengetahuan yang didapat dari intuisi supra-rasional berbagai Realitas Transenden yang berhubungan dengan manusia. Pengetahuan ini bersifat normatif dan nonmaterialistik. Pengetahuan ini berasal dari ‘pengalaman langsung’ yang terkait dengan dzauq (rasa). Ilmu pengetahuan ini dibangun dan dikembangkan di atas tradisi para penempuh jalan ruhani dalam menuju Allah. SSJ m...
Komentar
Posting Komentar
SKP : MENANTI KOMENTAR ANDA DALAM RANGKA MEMBERIKAN MASUKAN SARAN DAN PENDAPAT.....