PARADOKS WAHDATUL WUJUD DAN LILIN IBNU 'ARABI AF'AL ALLAH SEMATA
Paradoks Wahdatul Wujud Dan Lilin Ibnu ‘Arabi “Saya Allah (Ana Al-Haq), siapa lagi saya ini, sebab tidak ada sesuatu kecuali saya” demikian pernyataan Syekh Lemah Abang yang lebih di kenal Syekh Siti Jenar dalam “sidang paripurna” dengan para Wali di Girigajah di Gunung Kadaton. Ajaran Syekh Siti Jenar ini dalam lidah Jawa dikenal dengan istilah manunggaling kaula gusti sementara dalam term Arab di sebut Wahdatul Wujud. Konon ia diinspirasi oleh Al-Hallaj dan Ibnu ‘Arabi . Ajaran ini dianggap berbahaya bagi keteguhan iman umat Islam di Jawa, wabil khusus mereka yang baru saja mendengar “Islam”. Tak pelak, sidang paripurna para Wali itu memutuskan bahwa Siti Jenar harus dipenggal lehernya konon menurut cerita. Hal senada juga pernah dialami oleh Hamzah Fansuri, Syamsuddin As-Samatrani dan Nuruddin Ar-Raniri di bumi Aceh, meski mereka gagal dieksekusi karena melarikan diri. Tapi setidaknya mereka hidup menggelandang lantaran ajarannya. Kita yang awam ini tentu dilumuri ol...
