TENTANG INTEGRITAS ZAIM SAIDI : DINAR DAN SUFISME
Kebetulan nama kami sama-sama Zaim. Nama yang tidak lazim di publik. Apalagi di generasi yang lahir awal 1960-an seperti kami. Saya Zaim Uchrowi, dia Zaim Saidi. Kami sama-sama besar di kota kecil Jawa yang sejuk. Saya di Magetan, Jawa Timur. Dia di Parakan, Temanggung, Jawa Tengah. Mungkin karena dari daerah, kami sama-sama tertarik kuliah di IPB di Bogor. Apalagi saat itu IPB sedang menjadi model pengembangan pendidikan tinggi di Indonesia. Profesor Andi Hakim Nasution yang mengupayakannya. Ya, Pak Andi Hakim. Salah seorang akademisi-pendidik terbesar yang pernah dilahirkan Indonesia. Beliaulah yang memperkenalkan program pendidikan sarjana 4 tahun. IPB perintisnya. Lalu diikuti seluruh universitas lain di Indonesia. Saya, dan juga Zaim Saidi, pun masuk IPB. Kebetulan kami juga sama-sama suka tulis menulis. Kemudian juga sama-sama tertarik pemberdayaan masyarakat. Pembeda kami: Zaim Saidi sungguh jenius. Maka kuliahnya di Jurusan Teknologi Pangan. Jurusan yang hanya dimasuki anak-ana...
