Postingan

IBNU ARABI SANG PENCETUS WAHDATUL WUJUD

Gambar
Salah seorang sufi yang banyak mendapatkan kritikan dan tuduhan, fitnah ialah guru besar sufi ibn arabi. Bahkan Sebagian ulama ada yang mengatakan "Ma Ikhtalafal ulama’u fi ahadin ka ikhtilafihim fi Muhyidin Ibnu ‘Arabi". Salah satu tuduhan yang terkenal adalah ajaran wihdatul wujud yang beliau kenalkan, Sehingga ketika nama wihdatul wujud disebutkan maka yang terlintas adalah nama Ibnu ‘Arabi, sang pencetus wahdatul wujud. Pada dasarnya ungkapan Syaikh Ibn Arabi lebih banyak dipahami dengan pemahaman yang salah dari pada dipahami dengan pemahaman yang benar seperti apa yang diinginkan sang guru besar sufi. Hal itu disebabkan karena banyaknya orang-orang yang tidak kenal istilahat sufiyah membaca karya-karya sufiyah kemudian mereka memahami sendiri tulisan para Sufi yang berkaitan degan hakikat atau adzwaq. Mereka tidak menyadari kaidah "Likulli Qaumin Mushthalahatuhum". Adapun untuk kaum sufi maka mereka sengaja mencampuri perkataan-perkataannya ...

DETIK DETIK WAFATNYA KANJENG SUNAN GUNUNG JATI CIREBON

Gambar
Detik-detik Wafatnya Kanjeng Sunan Gunung Jati Cirebon Wafatnya Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidyatullah dalam buku History Of Java disebutkan pada tahun 1428 Saka (1509 M) dalam usia sangat lanjut. Tapi, tahun 1509 itu dibantah oleh para sejarawan Cirebon, mengingat ketika peristiwa perang Galuh-Cirebon, Sunan Gunung Jati masih berperan dan lagi pula kejadian perang Galuh-Cirebon tersebut terjadi setelah peristiwa yang diduga kematian Sunan Gunung Jati dalam buku History Of Java. Makam Sunan Gunung Jati. Menurut catatan Kesultanan Cirebon, sebagaimana yang tertulis dalam Negarakertabumi dan Purwaka Caruban Nagari, Sunan Gunung Jati wafat pada tanggal 11 Kresnapaksa Bulan Badramasa Tahun 1490 Saka (1568). Adapun mengenai kisah kewafatan Syarif Hidayatullah sebenarnya diceritakan juga dalam Naskah Mertasinga Pada Pupuh LVI.13-LVIII.06. Adapun ringkasanya sebagai berikut: Dimasa sepuhnya, Sunan Gung Jati menghabiskan waktunya di Gunung Kentaki (sebelah barat Gunung Sembu...

KONFLIK TERBESAR KEMANUSIAAN ADALAH MENGATASNAMAKAN AGAMA

Gambar
Terlalu banyak fakta bahwa salah satu konflik terbesar kemanusiaan adalah mengatasnamakan agama. Pertanyaannya : Apakah agama lebih mulia daripada Manusia? Apakah Tuhan lebih menyayangi Agama daripada Manusia? Apakah Tuhan menciptakan manusia untuk membela Agama? Apakah Tuhan menghendaki agama untuk membantu Manusia agar menjadi manusia yang baik dan benar? Jika Tuhan menciptakan agama untuk membantu manusia agar menjadi baik dan benar. Lalu mengapa manusia justru membunuh manusia dengan alasan Agama? Dimana letak kebaikan dan kebenarannya? Dan hal ini menjadi kesimpulan bagi diri kita bahwa baik dan benar tidaknya agama tergantung akhlak manusianya, bukan baik dan benar tidaknya manusia tergantung agamanya. Agama bukanlah sumber kebenaran. Sumber kebenaran terdapat di dalam diri manusia itu sendiri. manusia yang mempunyai sifat luhur dan mulia. Agama hanya menunjukan dimana letaknya sumber kebenaran itu yang berada di dalam diri manusia. Tuhan menurunka...

KESIMPULAN MENGENAI WAHDATUL WUJUD

Gambar
Maka, jelaslah bahwa, pemahaman yang benar tentang wahdatul-wujud menurut kaum sufi adalah suatu pemahaman yang murni dan sesuai dengan aqidah Islam yaitu, melihat seluruh wujud (keberadaan) makhluk, tidak wujud dengan diri mereka sendiri, tetapi wujud dengan Allah s.w.t. (dengan pertolongan dan kekuasaanNya). Adapun orang-orang yang jahil yang menganggap sesat kaum sufi dalam masalah ini, sebenarnya tidak memahami wahdatul wujud dengan makna yang sebenarnya menurut pandangan kaum sufi. Begitu juga, golongan orang-orang yang sesat dalam pemahaman wahdatul-wujud dengan mendakwa ketuhanan pada diri, mengaku hulul dan ittihad (pantheisme), merupakan golongan yang tertolak di sisi kaum sufi itu sendiri. Pemahaman mereka bukanlah pemahaman kaum sufi terhadap wahdatul-wujud sebagaimana kaum sufi memahaminya dengan makna wahdatus-syuhud, bukan dengan makna hulul dan ittihad. Dalam masalah wahdatul-wujud, orang yang sesat hanyalah orang yang ingin memahaminya dengan makna fals...

WAHDATUL WUJUD TIDAK MENAFIKAN WUJUD MAKHLUK YANG BARU

Gambar
Banyak orang yang menuduh sesat pemahaman wahdatul-wujud ini karena ketidak tahuan, mereka menyatakan bahwa, wahdatul wujud menafikan ithnaniyat al-wujud (dua jenis ke-wujud-an yaitu ke-wujud-an Allah s.w.t. yang qadim dan ke-wujud-an makhluk yang baru). Sebenarnya, wahdatul-wujud menurut kaum sufi tidak pernah menafikan dua jenis ke-wujud-an, yaitu: wujud qadim (ke-wujud-an Allah s.w.t.) dan wujud baru, yaitu ke-wujud-an makhluk. Namun, wahdatul-wujud menegaskan bahwa, ke-wujud-an makhluk yang baru tersebut merupakan kesan (atsar) yang terlahir dari ke-wujud-an Allah s.w.t juga karena wujud  makhluk tersebut bukanlah dengan diri mereka sendiri dan bukan pula dari diri mereka sendiri.  Namun, wujud makhluk yang terbatas dan baru bukanlah wujud Allah s.w.t. yang qadim, cuma ke-wujud-an mereka dari ke-wujud-an Allah swt dan penciptaanNya. Ke-wujud-an makhluk tidak mutlak, tidak mustaqil (mandiri) dan makhluk tidak berdiri dengan diri mereka sendiri, sebaliknya bers...

GOLONGAN SUFI YANG MENETAPKAN WAHDATUL WUJUD, JUGA MENOLAK HULUL DAN ITTIHAD

Gambar
Tidak dapat dipungkiri bahwa, ada sebagian kalangan manusia yang memahami makna Wahdatul-wujud ini dengan makna yang keliru dan sesat, yaitu dengan makna hulul (Tuhan menempati makhluk) dan Ittihad (Tuhan bergabung dengan makhluk). Akhirnya, mereka mengakui sudah (wushul) sampai kepada Allah s.w.t. dan mencapai derajat makrifat, bahkan ada yang mengklaim dirinya sebagai tuhan, karena tuhan wujud dalam setiap makhluk. Hasil dari pengakuan ini, mereka merasa diri mereka tidak perlu lagi melakukan syariat dan ketaatan karena mereka adalah tuhan, atau tuhan wujud dalam diri mereka, atau sudah sampai kehadirat tuhan. Ini suatu kesesatan yang nyata, yang diingkari sendiri oleh para sufi. Para ulama' sufi seperti Imam Ibn 'Arabi r.a., Imam Abdul Karim Al-Jili r.a., Syekh Ibn Al-Faridhi r.a., Syekh Ali ibn Wafa dan sebagainya, berlepas diri dari pemahaman yang sesat ini, bahkan turut membantah kesesatan ini secara keras. Imam Ibn 'Arabi berkata dalam Al-Futuhat pada...

PENJELASAN ULAMA ULAMA SUFI TENTANG WAHDATUL WUJUD

Gambar
Imam Abdul Ghani An-Nablusi r.a. (1143 H) berkata dalam kitabnya Idhoul Maqsud, min ma'na wihdatil-wujud : "Sesungguhnya, yang dimaksud Wahdatul-wujud bukanlah sesuatu yang bertentangan dengan perkataan para ulama' Islam, bahkan maksud sebenarnya dari Wahdatul-wujud, pada hakikatnya disepakati oleh seluruh orang-orang khawas dan awam. Ia juga sesuatu yang perlu diketahui oleh setiap muslim, dan tidak boleh diingkari oleh setiap orang yang beriman. Tak dapat digambarkan bahwa, ada orang yang berakal bisa mengingkari Wahdatul-wujud dengan makna ini. "Sesungguhnya, seluruh alam ini, walaupun berbeda jenis, sifat, bentuk dan rupanya, sebenarnya wujud dari ketiadaannya ('adam) dengan ke-wujud-an Allah s.w.t., bukan dengan diri mereka sendiri. Bahkan, seluruh makhluk yang wujud, terus terpelihara wujudnya dengan ke-wujud-an Allah s.w.t., bukan dengan diri mereka sendiri." Imam Mustofa Al-Bakri berkata dalam kitab beliau Al-Maurid Al-Azb : "(Wah...

DALIL WAHDATUL WUJUD DALAM AL QUR'AN DAN HADISTH

Gambar
Firman Allah s.w.t.: "Kepunyaan siapakah kerajaan pada hari ini?" kepunyaan Allah yang Maha Esa lagi Maha Mengalahkan. (Surah Ghafir/Mu'min: 16) Maksudnya, seluruh yang wujud di bawah kekuasaanNya. Segala yang wujud tidak akan wujud tanpa izinNya. Maka, wujud yang hakiki, yang berdiri dengan mandiri hanyalah Allah s.w.t. Adapun selain dari Allah s.w.t., pada hakikatnya tidak wujud ('adam). Mereka hanya wujud setelah Allah s.w.t. menciptakan mereka. Maka, kewujudan mereka sebenarnya dengan qudrat dan iradah Allah s.w.t. Kesatuan penyaksian ini juga sebagaimana dalam Firman Allah s.w.t.: Dan kepunyaan Allah-lah timur dan barat, Maka kemanapun kamu menghadap di situlah wajah (zat) Allah. Sesungguhnya Allah Maha luas (rahmat-Nya) lagi Maha Mengetahui. (Surah Al-Baqarah :115) Dalil Wahdatul-Wujud dalam hadisth. Rasulullah s.a.w. bersabda : "Sesungguhnya Allah s.w.t. itu wujud, dan tiada yang wujud bersamaNya. Allah s.w.t. itu wujud dalam keesaan, tanpa ...

HAKIKAT WAHDATUL WUJUD ( KESADARAN YANG MENJADI BUKAN JADI MENJADIKAN )

Gambar
Hakikat Wahdatul-wujud ialah, apabila seseorang sudah menghayati rasa ke-wujud-an dirinya dan seluruh perbuatan dirinya serta semua yang terjadi dialam ini adalah dari Allah s.w.t. Maka, seluruh gerak-gerik makhluk, termasuk perbuatan manusia, sebenarnya dengan Allah s.w.t, ( dengan wujud, kekuasaan dan izin Allah s.w.t..) Kalau hal ini dianggap bukan aqidah Islam, lalu yang seperti apakah aqidah Islam itu? Apakah setiap makhluk punya kuasa terhadap dirinya sendiri secara mutlak? Tidak sama sekali! Maka, siapakah yang sesat wahai orang-orang yang menuduh sesat? Atau anda tidak paham apa yang anda sesatkan itu sendiri? Na'uzubillah! Wahdatul-wujud ialah suatu tingkat penyaksian dengan mata hati, dalam diri seseorang, yang merasakan diri mereka dan seluruh alam ini sebenarnya diatur oleh Allah s.w.t.. Manusia terutama diri mereka sendiri, bergerak dan beramal dengan izin Allah s.w.t, yang memberikan mereka kuasa untuk memilih, tetapi bukan dengan kuasa mutlak, cuma dengan...
SUARA KOTA PONTIANAK

ENTER YOUR EMAIL ADDRESS :

DELIVERED BY SUARA KOTA PONTIANAK ||| 🔔E-mail : ptmkspontianak@gmail.com

🚀POPULAR POST

REZIM INI GAGAL TEGAKKAN HUKUM

SURAT PERJANJIAN JUAL – BELI BARANG (8)

MA'RIFAT

SANG MURSYID (5)

PIDIE GEMPA INDONESIA BERDUKA

🔂 FOLLOWERS